*KAU TETAP DIRIMU*
mimpi seakan punah...
namun hati tak jua lelah tuk berharap...
sedang engkau tetap dirimu...
tak pernah bergeming...
sebenarnya rindu telah nyata kelabu...
namun ketulusan masih belum beranjak...
sedang engkau tetap dirimu...
tak pernah meluluh...
terkadang siangpun seakan pekat...
namun rasa tetap hadirkan cahaya...
sedang engkau tetap dirimu...
tak pernah jelas kutatap...
engkau tetap dirimu...
seakan berlalu...
namun hati tak jua lelah tuk berharap...
sedang engkau tetap dirimu...
tak pernah bergeming...
sebenarnya rindu telah nyata kelabu...
namun ketulusan masih belum beranjak...
sedang engkau tetap dirimu...
tak pernah meluluh...
terkadang siangpun seakan pekat...
namun rasa tetap hadirkan cahaya...
sedang engkau tetap dirimu...
tak pernah jelas kutatap...
engkau tetap dirimu...
seakan berlalu...
JANJIKU
sedihku memang perih...
tapi ihklasku adalah sepenuh rela...
meski disini aku tersadai...
damai tetap terbingkai indah dihatiku...
ku tak akan mnyurukkan luka...
itulah janji...
karena rasa bukanlah sebatas mimpi...
lihatlah senyumku...
masih akan tetap terbias bagai dulu...
tak akan ada yang berubah...
bila kaupun terpaksa berlalu...
itu bukanlah takdir bagiku...
sebab aku tau...semua cerita akan berakhir sama...
tapi ihklasku adalah sepenuh rela...
meski disini aku tersadai...
damai tetap terbingkai indah dihatiku...
ku tak akan mnyurukkan luka...
itulah janji...
karena rasa bukanlah sebatas mimpi...
lihatlah senyumku...
masih akan tetap terbias bagai dulu...
tak akan ada yang berubah...
bila kaupun terpaksa berlalu...
itu bukanlah takdir bagiku...
sebab aku tau...semua cerita akan berakhir sama...
ASA DIUJUNG JALAN
andai terpisah kita disini...
diujung jalan pertemuan kuharapkan jua...
bila ini terjadi...
tak akan terlabuh dendamku pada hujan...
meski malam menangis dengan sejuta garis...
aaahhh...tidak...
namun kesumat tetap mengalir...
walau sedikit lembut...
tapi sepertinya mengering jua tempias itu dari sudut hatiku...
saat wangi nafasmu
meniup dari balik senyuman...
aku lelah...
aku resah...
tapi aku tetap berharap...
aaahhh...
tak jua aku mengerti apa yang aku tulis tentangmu....
diujung jalan pertemuan kuharapkan jua...
bila ini terjadi...
tak akan terlabuh dendamku pada hujan...
meski malam menangis dengan sejuta garis...
aaahhh...tidak...
namun kesumat tetap mengalir...
walau sedikit lembut...
tapi sepertinya mengering jua tempias itu dari sudut hatiku...
saat wangi nafasmu
meniup dari balik senyuman...
aku lelah...
aku resah...
tapi aku tetap berharap...
aaahhh...
tak jua aku mengerti apa yang aku tulis tentangmu....
*RAGUKU*
raguku...bila kan terhapus...
seutas ujarmu....
hadirkan gundah...
kususuri telagamu indahmu...
semakin ku tenggelam dalam bimbang...
tak tau...
bagaimana kubisa pahatkan sketsa wajahmu dihatiku...
bila kau mengulas senyuman tanpa ada pasti...
seutas ujarmu....
hadirkan gundah...
kususuri telagamu indahmu...
semakin ku tenggelam dalam bimbang...
tak tau...
bagaimana kubisa pahatkan sketsa wajahmu dihatiku...
bila kau mengulas senyuman tanpa ada pasti...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar