PUISIKU

"...PEDIH, LUKA, DAN AKU YANG MASIH BERTAHAN..."


TELAH MENUNGGU...
SANG MENTARI UNTUK MENJEMPUT HARI...
MAKA TINGGALKAN SAJA PEDIH KEMARIN...
HARI INI MUNGKIN LEBIH INDAH DARI SEBUAH SKETSA MIMPI...
SEMENTARA BIARKAN LUKA BERSEMBUNYI SEJENAK...
HINGGA DATANGNYA MALAIKAT-MALAIKAT TUHAN YANG AKAN MEMBACAKAN CATATAN TAKDIR...



SEPERTI SIANG YANG MENGANTARKAN KITA PADA TEMARAM SENJA...
SEBENARNYA AKUPUN TELAH LETIH...
MENGIKUTI ALUR KISAH...
HINGGA UNTUK BERMIMPIPUN AKU SUDAH TAK SANGGUP...

ENGKAU BISA SAJA BERKATA...
MASIH ADA BINTANG DIMALAM INI...
NAMUN BAGIKU GELAP TELAH MENUTUPI MATA ...
SAMPAI PADA PAGI YANG MEMBEKUKAN NADI...

HARI INI KUINGIN ENGKAU KEMBALI...
BAWAKAN PELANGI YANG TELAH TERTANAM JAUH DIDASAR MALAM...
AGAR AKU DAPAT KEMBALI MENGGAMIT BAHAGIA...

*MA'AF*


oleh Maseeh Jang Doeloe pada 19 Agustus 2010 pukul 21:43


Jika aku memintas simpul....
Akan kupetik ma'af dari surga...
Terkirim bersama ihklas...

Tak sepantasnya benak ku berbayang gelap...
Karena bening masih bergayut pada jaring hati kita...

Jika diperjalanan aku merasa terabai...
Biarlah kupintal kembali cerita ke awal kisah....
Agar bisa kupahami lagi arti sejuta tulus...

Tak semestinya ucapku berujar hujat...
Sebab putih masih mewarnai harapan...

(catatan ini ku dedikasikan untuk para sahabat,teman,dan saudara yang telah mengisi ruang hidupku....)


"TENTANG MIMPI YANG KURELAKAN UNTUKMU"

oleh Maseeh Jang Doeloe pada 7 Mei 2010 pukul 5:42

mengapa urung kau renangi telaga itu dinda...
bukankah kita sudah basah dalam hujan...
sedangkan aku tak mungkin mendahuluimu...
bukan keruhnya yang pekat pula yang membuatku ragu...
tapi aku ingin engkau yang berkecimpung disana...
sebab satu yakin dihatiku akan bening yang kan datang...

kita memang marah...
saat penjaga minta bayaran...
sebab kita memang tak pernah pecahkan riaknya...
tapi mestikah semua itu membuat kita saling benci...
percayalah dinda...
aku hanya ingin pulang dalam damai...

dan kau sayang...
kurasa terlalu pandai engkau melukis...
garis-garis yang kau goreskan seakan hidup pada mataku...
padahal aku tahu benar itu hanyalah benda mati...
kendatipun kau kecup keningku...
tetap saja aku tak merasakan apa-apa...

*SEBAIT PUISI HATI*

oleh Maseeh Jang Doeloe pada 17 Februari 2010 pukul 3:26

Mestinya tak ada ragu dihatimu...
Karena aku...
Telah bisikan..
Untaian kalimat itu pada angin...
Dan pada desiranya telah pula aku titipkan...
Keresahan jiwa yang menanti...

Meski aku tak berkata lugas...
Namun kau dapat membaca...
Sebait puisi hati...
Lewat rona merah diwajahku...



*MENUNGGU*


oleh Maseeh Jang Doeloe pada 13 Februari 2010 pukul 5:38

Hujan tak menidurkan danau...
Hanya membuat cemara termangu...
Aku masih disini...
Berdiri...
Menanti...
Menunggu riak menepi...

Kuinginkan ombakmu...
Hempaskan pedihku...
Leburkan cerita...
Jika luka...

Angin tak juga berhembus...
Tapi ku akan tetap disini...
Menunggu dalam hujan....Pada garis-garis takdir...
Yang memang tak tersaji indah




4 komentar: